Total
Synthesis Cortisone
Pada
1949, penderita arthritis dapat sembuh setelah diobati dengan hormon steroid
kortison. Sejak saat itu, jenis steroid ini digunakan untuk mengobati penyakit
arthritis, rheumatik, leukemia, anemia hemafotik dan beberapa penyakit lain.
Steroid merupakan senyawa kimia yang sangat kompleks. Pembuatannya secara
sintetis memerlukan proses dan biaya yang cukup tinggi. Pada 1952, ditemukan
sejenis kapang, yaitu hi opus arrhi us yang dapat mengubah steroid yang berasal
dari hewan atau tumbuhan menjadi kortison. Jenis-jenis dari Aspergillus,
ternyata dapat mengubah progesteron (steroid yang berasal dari hewan dan
manusia) menjadi senyawa kortison. Penyakit kencing manis (diabetes mellitus)
dapat diobati dengan hormon insulin. Insulin hasil bioteknologi saat ini sudah
dapat diproduksi. Gen manusia yang mengendalikan pembentukan hormon insulin,
disisipkan ke dalam bakteri E-coli.
Kortison adalah
suatu hormon steroid yang mempunyai nama kimia 17-hydroxy-11-dehydrocortisosterone.
Hormon ini dilepaskan oleh kelenjar adrenal sebagai respons terhadap
adanya stres. Kortison merupakan suatu produk akhir dari proses yang
disebut sebagai steroidgenesis. Proses dimulai dengan
dibentuknya Kolesterol dan akhirnya terbentuk hormon steroid. Salah
satu hasil akhirnya adalah kortisol.Kortisol mempunyai
keaktifan glukocortikoid yang lebih besar dari pada kortison.
Kortison juga merupakan molekul inaktip dari hormon kortisol. Kortisol juga
dikenal sebagai hydrokortison.
Kortison
adalah glukokortikoid aktif karena kortison mengkonversikannya menjadi
kortisol, dan telah populer karena penggunaannya telah banyak digunakan pada
praktik dokter sehari-hari. Kortison tidak disekresikan dalam jumlah banyak pada kelenjar adrenal. Kortison
disintesis di hati dan memasuki sirkulasi, kemudiaan kortison dengan cepat di
reduksi dan dikonjugasikan untuk membentuk tetrahidrokortison glukoronida yang
tidak berikatan dengan protein, sehingga cepat di ekskresikan melalui urin.
Hormon
dapat diberikan secara intravena, melalui mulut, disuntikkan ke dalam
sendi dan melalui kulit. Fungsi Kortison adalah sebagai berikut:
· Hormon Kortison dan
hormon Adrenalin merupakan hormon utama yang dilepas oleh kelenjar
adrenal sebagai respons terhadap adanya suatu stres. Hormon ini akan menaikkan
tekanan darah dan sebagai persiapan tubuh untuk melawan stres;
· Kortison akan menekan sistim kekebalan
tubuh dan akan menekan reaksi peradangan sendi lutut, siku dan bahu, mengurang
rasa nyeri dan pembengkakan pada tempat dimana ada luka. Penggunaan dalam
jangka lama akan memberikan efek samping yang serius seperti muka yang menjadi
bundar (moon face);
· Kortison juga dapat digunakan untuk
menekan respons kekebalan penderita dengan penyakitautoimun atau digunakan
pada transplantasi organ tubuh untuk menekan reaksi penolakan jaringan;
· Kortison tidak mengurangi lamanya
infeksi suatu virus tetapi digunakan murni untuk membuat penderita nyaman saat
berbicara atau menelan makanan sebagai akibat adanya penyakitMononukleosus yang
menyebabkan pembengkakan tenggorokan.
Pembentukan
cincin D
Pada tahap ini
terjadi reaksi Diels-Alder yaitu salah satu proses untuk membuat cincin pada
sintesis organik. Reaksi Diels-Alder berlangsung antara diena terkonjugasi dengan
suatu dienofil.Selain alkena, alkuna juga dapat bertindak sebagai dienofil.
Reduksi keton dengan reagen LiAlH4
Reduksi keton (adisi hydrogen) menghasilkan
alkohol sekunder. H yang lebih aktif adalah H yang bermuatan negatif , yang
kemudian akan mereduksi keton pada cincin D menjadi alcohol (OH).
Pembentukan cincin lingkar B (melalui
reaksi Anulasi Robinson) (cincin D à B)
Anulasi Robinson melibatkan keton α,β-tak jenuh dan
sebuah gugus karbonil. Keton yang digunakan ialah berasal dari senyawa 3-pentenon. Dan pada tahap ini terjadi pembentukan ketal untuk melindungi C=C.
Pembentukan cincin A dari cincin B
Pada tahap pembentukan cincin A menggunakan reagen
2-butenon.
s Sumber :



























