Senin, 23 Mei 2016

Reaksi Wittig




REAKSI WITTIG


Reaksi Wittig adalah reaksi kimia dari aldehida atau keton dengan triphenyl ylide fosfonium (sering disebut sebagai reagen Wittig) untuk memberikan alkena dan oksida trifenilfosfina.



         Tahapan Reaksi Wittig :
• Pembentukan garam fosfonium
Pembentukan garam fosfonium melalui mekanisme reaksi SN2  

• Pembentukan Ylida
Dalam reaksi ini NaH berfungsi sebagai subtituen agar terbentuk garam halide dan berfungsi menarik atom H pada karbon sehingga atom karbonil memiliki sifat nukleofil.

• Pembentukan Alkena

 

Minggu, 22 Mei 2016

Total Sintesis Aldehyde azzaenolate

Total Sintesis Aldehyde azzaenolate


Aldehyde azzaenolate merupakan salah satu senyawa yang terbentuk dalam proses sintesis total senyawa nuciferal. Nuciferal adalah kandungan minyak atsiri alamiyang dipisahkan dari kayu Torreya nucifera. Struktur  nuciferal telah dikenal menjadialdehida sesquiterpenic aromatik, 2-metil-6- (p-tolil) -trans -2-heptenal, yang mirip dengan sinensal yang telah diisolasi dari minyak jeruk (citrus sinensis L) dan merupakan penting dalam pembentukan rasa jeruk.
           

           
Adapun mekanisme reaksi pembentukan senyawa Aldehyde azzaenolate :

1.       Pada tahap ini C yang mengikat Li pada senyawa A bermuatan (-) akan menyerang C karbonil pada senyawa B yang bermuatan (+) sehingga menyebabkan ikatan rangkap menjadi lepas dan atom O menjadi bermuatan (-). Atom O tersebut selanjutnya akan mengikat atom Li (+) pada senyawa A sehingga terbentuklah OLi pada senyawa C. seperti yang dijelaskan pada gambar berikut :

2.       Selanjutnya adalah reaksi protonasi dengan H2O. protonasi ialah penambahan ion Hidrogen ke atom untuk menghasilkan kation. Tujuan protonasi pada tahap ini dikarenakan tanpa adanya H+ maka O akan berkurang keelektronegatifannya karna atom O cenderung memberikan keelektronegatifannya. seperti yang dijelaskan pada gambar berikut :



OH pada senyawa H2O akan mengikat Li (+) sehingga membentuk senyawa LiOH. Sedsngksn O (-) tersebut akan diprotonasi oleh atom satu atom hydrogen dari senyawa H2O sehingga membentuk OH pada senyawa aldehyde azzaenolate.

DAFTAR PUSTAKA

Büchi, G.; Wüest, H. J. Org. Chem. 1969, 34, 1122. DOI
https://www.researchgate.net/publicatio/264116257_A_Total_Synthesis_of_Nuciferal_and_Nuciferol

Total Synthesis of Antineoplastic Sesquiterpene Quinone Metachromin A

Sabtu, 07 Mei 2016

Total Sintesis Seskuiterpen Kuinon Metakromin A


         Penelitian mengenai aktivitas biologis produk alam dari sumber laut terus merupakan hal yang penting untuk dikaji. Dalam dua puluh lima tahun terakhir jumlah senyawa yang diisolasi dari organisme laut telah meningkat secara drastis.  Seskuiterpen hidroksikuinon baru ditemukan dan yang diisolasi dari spinster sebut merupakan family yang menarik dari produk alami yang memiliki profil biologis  beragam, sehingga menjadikannya target yang penting dalam bidang  obat-obatan dan sintesis.
 Seskuiterpen
      Seskuiterpen mengandung 15 atom karbon yang tersususn melalui 3 isopren membentuk molekul seskuiterpen asiklik, monosiklik dan bisiklik. Banyak ditemukan seskuiterpen laut memiliki strutur molekul yang unik dan tidak ditemukan pada seskuiterpen organime darat. Banyak hasil penelitian menunjukkan adanya turunan sekuiterpen laut yang terkombinasi dengan kelompok molekul lain seperti kuinon, kuinol dan senyawa fenol. Selain itu ditemukan pula seskuiterpen yang mengandung cincin furan dan gugus halogen yang menandai keanekaragaman molekul seskuiterpen laut. Sekuiterpen merupakan turunan dari molekul dasar farnesol pirofosfat yang mengalami transformasi molekul membentuk beragam molekul seskuiterpen yang berlangsung berdasarkan patron biogenetik yang dimiliki oleh tiap-tiap organisme. Berbagai organisme laut yang telah dilaporkan mengandung molekul seskuiterpen antara lain  alga, kelinci laut, jamur laut, spon dan bunga karang. Telah dilaporkan pula banyak seskuiterpen yang diproduksi dari organisme laut tersebut menunjukkan sifat bioaktivitas yang beragam sehingga prospektif untuk dikembangkan dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, terutama sebagai bahan baku obat.  Dari  Acalycigorgia sp telah dilaporkan seskuiterpen linderazulen (2.26),  guaiazulen (2.27) dan 2,3-dihidrolinderazulen (2.28) yang sedang terhadap P388, linderazulen menunjukkan aktivitas sebagai immunostimulan yang kuat (Kwaku, 2006).
Seskuiterpen Kuinon
       Seskuiterpen kuinon menunjukkan struktur hibrida antara seskuiterpen dengan molekul kuinon atau hidrokuinon. Seskuiterpen kuinon dari bahan alam laut semakin banyak mendapat perhatian para peneliti akhir-akhir ini karena kelompok terpen kuinon memiliki sifat bioaktivitas yang kuat dan luas. Banyak penelitian telah mengungkapkan bahwa kelompok senyawa ini memiliki berbagai bioaktivitas antara lain  sebagai anti-inflamasi, anti-jamur, anti-tumor dan anti-HIV. Dari spon Dictyoceratida telah dilaporkan mengandung avarol (2.76), avaron (2.77), illimakuinon (2.78), nakijikuinon (2.79) dan bolina kuinon (2.80). 


          Seskuiterpen kuinon yang lain juga telah dipisahkan dari spon Neopetrosia ef. Proxima dari famili Petrosidae yaitu Neopetrosikuinon-A (2.81), Xestokuinon (2.82), helenakuinon (2.83) dan aureole (2.84). Avaron yang paling banyak diteliti sifat bioaktivitasnya sebagai bahan obat dermatitis, kanker serta infeksi virus.

             Nepteoksidiol (2.107)  suatu hidroperoksi germakran ditemukan pada Nephthea sp, aktif terhadap sel melanoma B16 IC50 0,1 µg/ml. Metakromin-A (2.108) dan metakromin-B (2.109) diisolasi dari spons Hippospongia cf. metachromia dilaporkan toksik terhadap sel L1210 dengan IC50 masing-masing 2,4 µg/ml dan 1,62 µg/ml. Ketiga senyawa tersebut memperlihatkan efek serangan jantung dan menghambat perlawanan kalium klorida terhadap pembuluh nadi kelinci.