Penelitian mengenai aktivitas
biologis produk alam dari sumber laut terus merupakan hal yang penting untuk dikaji. Dalam
dua puluh lima tahun terakhir jumlah senyawa yang diisolasi dari organisme laut
telah meningkat secara drastis. Seskuiterpen
hidroksikuinon baru ditemukan dan yang diisolasi dari spinster sebut merupakan family
yang menarik dari produk alami yang memiliki profil biologis beragam, sehingga menjadikannya target yang penting
dalam bidang obat-obatan dan sintesis.
Seskuiterpen
Seskuiterpen mengandung 15 atom
karbon yang tersususn melalui 3 isopren membentuk molekul seskuiterpen asiklik,
monosiklik dan bisiklik. Banyak ditemukan seskuiterpen laut memiliki strutur
molekul yang unik dan tidak ditemukan pada seskuiterpen organime darat. Banyak
hasil penelitian menunjukkan adanya turunan sekuiterpen laut yang terkombinasi
dengan kelompok molekul lain seperti kuinon, kuinol dan senyawa fenol. Selain
itu ditemukan pula seskuiterpen yang mengandung cincin furan dan gugus halogen
yang menandai keanekaragaman molekul seskuiterpen laut. Sekuiterpen merupakan
turunan dari molekul dasar farnesol pirofosfat yang mengalami transformasi
molekul membentuk beragam molekul seskuiterpen yang berlangsung berdasarkan patron
biogenetik yang dimiliki oleh tiap-tiap organisme. Berbagai organisme laut yang
telah dilaporkan mengandung molekul seskuiterpen antara lain alga, kelinci laut, jamur laut, spon dan bunga
karang. Telah dilaporkan pula banyak seskuiterpen yang diproduksi dari organisme
laut tersebut menunjukkan sifat bioaktivitas yang beragam sehingga prospektif
untuk dikembangkan dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, terutama sebagai
bahan baku obat. Dari Acalycigorgia sp telah dilaporkan seskuiterpen
linderazulen (2.26), guaiazulen (2.27)
dan 2,3-dihidrolinderazulen (2.28) yang sedang terhadap P388, linderazulen
menunjukkan aktivitas sebagai immunostimulan yang kuat (Kwaku, 2006).
Seskuiterpen
Kuinon
Seskuiterpen kuinon menunjukkan
struktur hibrida antara seskuiterpen dengan molekul kuinon atau hidrokuinon.
Seskuiterpen kuinon dari bahan alam laut semakin banyak mendapat perhatian para
peneliti akhir-akhir ini karena kelompok terpen kuinon memiliki sifat
bioaktivitas yang kuat dan luas. Banyak penelitian telah mengungkapkan bahwa
kelompok senyawa ini memiliki berbagai bioaktivitas antara lain sebagai anti-inflamasi, anti-jamur, anti-tumor
dan anti-HIV. Dari spon Dictyoceratida telah dilaporkan mengandung avarol
(2.76), avaron (2.77), illimakuinon (2.78), nakijikuinon (2.79) dan bolina
kuinon (2.80).
Seskuiterpen
kuinon yang lain juga telah dipisahkan dari spon Neopetrosia ef. Proxima dari
famili Petrosidae yaitu Neopetrosikuinon-A (2.81), Xestokuinon (2.82),
helenakuinon (2.83) dan aureole (2.84). Avaron yang paling banyak diteliti sifat
bioaktivitasnya sebagai bahan obat dermatitis, kanker serta infeksi virus.
Nepteoksidiol
(2.107) suatu hidroperoksi germakran
ditemukan pada Nephthea sp, aktif terhadap sel melanoma B16 IC50 0,1 µg/ml.
Metakromin-A (2.108) dan metakromin-B (2.109) diisolasi dari spons Hippospongia
cf. metachromia dilaporkan toksik terhadap sel L1210 dengan IC50 masing-masing
2,4 µg/ml dan 1,62 µg/ml. Ketiga senyawa tersebut memperlihatkan efek serangan jantung
dan menghambat perlawanan kalium klorida terhadap pembuluh nadi kelinci.